Cari Blog Ini

PECANDU MEDIA SOSIAL



Assalamualaikum Wr. Wb.


            Apakah kalian satu diantara sekian banyaknya orang di bumi ini yang menderita candu media sosial? Tiada hari tanpa membuka media sosial? Ini masalah serius bray. Kalau tidak segera ditangani dengan benar bisa berakibat fatal. Membuat kita kurang fokus, kurang dana, bahkan sampai kurang kasih sayang dan masih banyak lagi. Semoga coretan coretan dibawah ini bisa bermanfaat dan menyadarkan kita (terutama mimin -_-) untuk lebih bijak menggunakan media yang satu ini. Cekiduutt..!!





            Media Sosial (Social Media) adalah saluran atau sarana pergaulan sosial secara online di dunia maya (internet). Dengan media yang satu ini banyak sekali kemudahan yang bisa didapat. Dalam hal komunikasi, info terkini, ilmu pengetahuan, dan semacamnya. Tetapi kemudahan-kemudahan yang ditawarkan malah membuat banyak orang terlena bahkan melupakan kehidupannya di dunia nyata. Terlebih dengan fasilitas yang kian hari yang semakin memanjakan para penikmatnya. Boro-boro dah mikir akhirat, mikir kesibukannya di dunia nyata saja malas-malasan karena saking asiknya berselancar di dunia maya.


             Sebenarnya media sosial itu luar biasa manfaatnya. Tapi bila dipergunakan secara berlebihan, media sosial justru merusak. Ciri-ciri nyata dari candu medsos ini sangatlah mudah dikenali. Hal pertama yang kalian lakukan ketika bangun tidur itu bukannya cuci muka, wudhu atau gosok gigi melainkan mengecek notifikasi medsos kalian. Pagi dicek, siang dicek, malam dicek. Mau makan cek HP, mau mandi cek HP. Bahkan sehabis sholat setelah salam bukannya berdoa, perbanyak istighfar dsb. Lansung cek HP lagi.





            Adakah teman sejati di dunia maya?Dapat respon banyak di Line, Path, WA, Twitter. Dapat jempol banyak di Facebook dan Instagram. Begitu senang dan banggakah kalian? Coba dikaji ulang. Saat kalian sakit bahkan sekarat katakanlah. Apa respon yang akan followers atau teman medsos kalian berikan? Paling Cuma dapat emoticon sedih  atau kata ‘GWS’ doang di FB atau IG Iya to? Dan yang lebih parah lagi yang memberikan like atau love. Secara sadar atau tidak mereka menyukai dan mensyukuri penderitaan kalian tersebut.


            Dan apabila kalian meninggalpun, apa kira-kira respon teman media sosial kalian berikan? Kalian lagi-lagi cuma akan mendapat emot sedih di medsos. Dan mereka yang tak paham sama sekali tentang agama, pasti memajang nama dan foto elu dengan bertuliskan R.I.P. Tidak semua memang seperti demikian, tapi begitulah kebanyakan kenyataan yang tersaji. “Sesungguhnya kematian itu lebih dekat dari urat nadi. Dan sebaik-baiknya doa adalah doa dari orang-orang yang mencintai kita.”.





             Seberapa terlihat sempurnakah kalian di media sosial? Banyak dari apa yang terjadi sekarang ini hanya sebuah manipulasi atau istilahnya ‘pencitraan semata’. Bahkan terkesan pamer dan sombong. Membuat status “Otw ngaji..” “Alhamdulillah sudah sampai jeddah.” Atau “Jumatan dulu biar ganteng..!”. Ngapain coba kalau dipikir-pikir? Otomatis kan batal tuh pahala? Jangan suka memamerkan sesuatu di medsos. Misal punya 19 mobil dijejerkan difoto lalu upload. Punya rumah megah berlantaikan emas difoto-upload. Atau punya gunung yang besarnya gak karuan difoto-upload.  Apa coba tujuannya?. Jangan pula suka sharing atau curhat di medsos. Lagi seneng dishare lagi sedih dishare. Bahkan ada kalanya hal yang super gak pentingpun juga ikutan dishare. Iya jika bermanfaat bagi orang lain? Kalau kebalikannya??.


             Di era medsos sekarang ini hampir dipastikan tak lepas dari yang namanya ‘Foto’.  Jepret sini jepret situ selfie sini selfie situ. Semakin sering kalian upload foto gambar diri kalian dan semakin narsis kalian di medsos. Lama kelamaan kalian akan terobsesi terhadap diri kalian. Ketika kalian menshare foto di medsos timbul dorongan untuk mengharapkan like dan komentar dari teman-teman medsos kalian terhadap foto tersebut. Demikian juga ketika memposting sebuah status. Mendapat notifikasi bahwa foto atau status kalian disukai atau dipuji teman pasti menimbulkan sensasi kegembiraan tersendiri. Sensasi tersebut membuat kalian ketagihan. Selalu terngiang-ngiang di otak untuk bagaimana cara mengekpose diri di medsos. Kalian selalu memikirkan cara supaya terlihat sempurna di medsos dan mendapat banyak komentar dan like. Astaghfirullah.





            Sudah bermanfaatkah akun media sosialmu? Sudah belum? Apa saja yang telah kalian share ke teman-teman dunia maya kalian?. Foto paras kalian yang aduhai? Wajah yang rupawan? Atau foto-foto harta titipan dari Allah??. Kalimat menyindir sampai menfitnah seseorang? Menghasut publik? Atau kata-kata yang meninggikan diri??. Mimin ada sebuah cerita yang pasti sudah banyak dari kalian yang mengetahuinya. Teruntuk bagi kaum hawa spesialnya.Dia sedang tidur, tapi malaikat catat dosa untuknya. Dia sedang sholat malaikat catat dosa untuknya. Dia makan, belajar, menyapu rumah, masih saja malaikat catat dosa untuknya. Bahkan dia diam, malaikat tetap catatkan dosa untuknya. Apa salah dia?. Ternyata, banyak mata yang melihat foto sembrononya di media sosial. Setiap kali ada yang melihat fotonya, malaikat catatkan dosa untuknya.”


             Media sosial bisa menjadi ladang pahala begitupun sebaliknya. Hati-hati dengan postingan kalian. Bisa jadi itu bakal menjadi dosa jariyah untuk kalian. Gak mau kan bro? Kalian foto selfie jepret lalu di upload. Rambutnya kelihatan, pundaknya dipajang, ketiaknya diekspos, dan dadanya berontak ingin keluar. Lalu 10 menit kemudian anda kelilipan dan tewas atau mendapat panggilan dari Allah. Otomatiskan ngalir terus dosa kalian karena foto tersebut. Ngarep masuk surga?? Jangan ngimpi !!. jangan sampailah bray. Semoga mimin dan kawan-kawan semua tidak termasuk didalamnya. Aminn.





             Ayo Move On !. Ada banyak cara yang bisa digunakan dalam mengatasi virus candu media sosial. Tapi butuh niat dan komitmen yang kuat untuk bisa mengatasi penyakit yang satu ini. Cara yang paling manjur adalah ‘Alihkan Perhatian’. Sebagai perumpamaan apa yang biasa dilakukan orang tua ketika anaknya merengek minta dibelikan mainan?. Misal kalian punya anak perempuan berumur 4 tahun, dia menangis minta dibelikan pistol-pistolan. Kalian tidak setuju, masak iya anak perempuan main pistol-pistolan? Pikir kalian. Agar si anak tidak menangis kalianpun  lantas mengalihkan perhatiannya dari pistol-pistolan ke hal yang lainnya. Misal didekat kalian ada toko mainan yang menjual boneka lantas mengalihkan perhatian si anak ke boneka tersebut. Dengan begitu perhatian anak kalian menjadi teralihkan.


            Sama dengan perumpamaan diatas, ketika timbul dorongan yang kuat untuk membuka medsos, kalian bisa melenyapkan dorongan tersebut dengan mengalihkan perhatian kalian. Dengan belajar misalnya, mengaji, bersih-bersih, atau nulis blog , dan masih banyak hal baik lainnya. Tinggalkanlah hal-hal yang kurang bermanfaat. Janganlah suka berkeluh kesah atau menceritakan hal-hal yang tidak penting di media sosial. Pamer kata mesra ke orang yang belum halal ‘hanya dirimu.. bla bla...’ ‘semoga kita selalu.. bla bla...’preett..! atau pajang foto pacar apalagi.Jangan pula main apa itu namanya? Snapchat? Atau Snapgram?. Muka dicorat-coret diupload diceritakan ke publik. Muka diberi telinga atau hidung anjing dsb. Astaghfirullah. Jika dikatain hewan sok marah tapi memperlakukan diri sendiri seperti itu. Istighfar bray istighfar. Tahan diri bray. :)


            “Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menurut kepada ma’ruf dan mencegah dari munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (Qs. Al-Imran:104). Semoga kita lebih bijak dalam menggunakan akun media sosial kita. Dan semoga kita termasuk golongan orang-orang yang beruntung tersebut. Amiin. :)

 -
 -
 -
 -
 -
 -
 -
 -
Sekian tulisan dari mimin. Semoga dapat bermanfaat untuk hadirin semua yang amat mimin hormati dan rindukan saran dan kritiknya di kolom komentar. Huhu. wkwk. Dan juga bantu share artikel dari blog ini ke teman sanak sadara kalian. Atau bahasa halusnya bantu promosiin lah. :D OK?  


  -
Penting gak penting pokoknya posting.
Keep Smile and Never Give Up..!!!
Ditunggu kunjungan berikutnya. >.<


Follow my Twitter -> @rizalad
is123
Follow my IG -> @rizaladis123

Ayah... Ibu... “Andai Aku Yang Mati Lebih Dulu”



Assalamualaikum Wr. Wb.



             Marhaban Ya Ramadhan. Tak terasa kita sudah memasuki bulan suci kembali. Apa kabar para fans? (wk). Semoga senantiasa diberi ruang kebahagiaan yang cukup dalam hati kita semua. Pernahkah kalian berpikir apa arti kedua orang tua untuk kalian?. Apa itu arti kehilangan?. Dan Seperti apa itu arti kerinduan yang sebenarnya?. Perlu 20 tahun lebih 286 hari hari lho untuk mimin memahami dan menulis tema ini. (:d). Semoga uraian berikut dapat bermanfaat dan membuka atau menambah rasa syukur kita semua. Ammiin. Cekidut..!!




             Orang tua adalah sebuah anugrah tak ternilai yang Tuhan berikan pada kita. Sebuah ihksan dimana terdapat ratusan, ribuan, jutaan bahkan milyaran kasih sayang yang selalu menyinari kita dengan sejalannya waktu. Tempat bersandar yang nyaman. Tempat berteduh yang aman. Dan bahkan tempat berbagi yang kelak akan selalu kita rindukan. :) Tapi sayangnya hanya 1 : 45.098 orang yang beranggapan dengan hal tersebut. Karena nyatanya sebagian besar orang beranggapan orang tua hanya mahluk merepotkan yang suka bicara dan menyuruh kita seenaknya. Iya to?? Akui saja.. karena jujur mimin juga berfikiran seperti itu. Mereka memang mahluk yang menyusahkan. (istighfar min -_-)




             Malaikat tak bersayap di bumi itu dipanggil ibu. Ada yang mau menyangkal pernyataan ini?. Benar, salah satu malaikat yang diutus Allah ke bumi untuk menjaga dan melindungi kita adalah ibu atau mama. Kalo mimin Ma’e manggilnya. :p. Beliau adalah wujud nyata tentang ihksan yang berjiwa mulia serta gambaran arti ihklas yang sesungguhnya. Banyak orang yang tak paham mengapa Allah menyuruh kita menghormati kedua orang tua, tanpa terkecuali dan tak peduli apapun alasannya. Terlebih kepada ibu kita. Karena beliau  telah berjuang mengandung kita 9 bulan lamanya dengan segala jerih payahnya. Dia rela mengorbankan segalanya untuk menjaga dan memastikan bayinya lahir dengan sehat, tumbuh menjadi anak yang baik, sholeh, cerdas, dsb.
 

            Ada cuplikan percakapan yang mungkin sudah banyak diantara kalian yang tahu. Suatu hari sang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia. Namun sebelum ditiupkan ke rahim ibunya, roh bayinya tersebut bertanya kepada Allah SWT.


Bayi      :“Ya Allah, Malaikat bilang bahwa Engkau besok akan mengirim aku ke dunia ya? Apa itu  benar??.”
Allah    : “Iya benar.”
Bayi      : “Tapi Allah, aku tidak tahu bagimana cara hidup disana? Aku begitu kecil dan lemah?”
Allah    : “Aku telah memilih satu malaikat untukmu. Ia yang akan menjaga dan mengasihimu.”
Bayi      : “Tetapi di surga ini aku sudah bahagia. Apa yang kulakukan bernyanyi dan tertawa ini cukup bagiku merasa bahagia.”
Allah    : “Kamu tenang saja, malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari. Kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan lebih berbahagia. Dia juga akan menjagamu dengan taruhan jiwanya.”
Bayi      : “Benarkah? Siapa dia itu Ya Allah?”
Allah    : “Iya.. Dia adalah ibumu.”




            Pernahkah terlintas seberapa sering kita membuat sakit hatinya orang tua?. Mungkin kita tak sadar bahwa kita sering melukai mereka. Kita sering merasa lebih tau daripada kedua orang tua kita. Masalah teknologi terutama, mentang-mentang kita bisa main HP, Komputer, bisa bbm’n, fb’n, selfie dsb. Kita beranggapan bahkan sampai mengatai orang tua kita gak gaul lah, gak hits lah, kolot, ketinggalan jaman dan semacamnya. Yang lebih tega lagi jika ada acara kumpul teman sebaya yang melibatkan orang tua. Entah itu pengambilan raport, wisuda dll. Atau pas jalan-jalan ditempat umum misalnya, orang tua kita bersikap yang sekiranya tak pas dengan angan kalian karena kejadulannya. Lalu kalian bilang gini “Ibu jangan malu-maluin aku donk” Atau “Pah jangan bertingkah konyol deh”. Songong banget kalian??? Lu pikir lu siapa bilang gitu???. Semakin kalian merasa lebih tahu lebih tinggi dari orang tua kalian semakin menunjukkan kebodohan kalian dihadapan Allah SWT. Sadar gak bro? Kita bisa tahu banyak tentang dunia, bisa sekolah, bisa internetan, main HP dsbnya, bermula dari siapa??

 
              Rendahkanlah diri kepada orang tua. Seorang anak walaupun dia polisi, seorang profesor, doktor, pengusaha sukses atau superhero sekalipun. Walaupun dia sekolahnya tinggi, wawasannya luas, hartanya melimpah, jangan pernah merasa lebih superior dari ayah ibu kita. Jangan sampai kesombongan dalam diri kalian melukai hati kedua orang tua. Karena jika benar, surga bukan milik kalian.





           Berapa umur ayah atau  ibu kalian sekarang. Pernah berpikir ‘apakah aku bisa membahagiakan keduanya sebelum keduanya dipanggil yang kuasa?’. Jangan remehkan waktu. Jangan tunggu terlalu lama. Kita tak pernah tau durasi umur seseorang. Mungkin detik ini ayah ibu kita masih sehat , masih mencari uang untuk kebutuhan kita. Tapi bisa jadi esok harinya beliau sudah terbaring tanpa detak jantung. Yang saat ini sedang sibuk kerja jangan lupa untuk selalu berbakti. Karena saat pekerjaan-pekerjaan kita terasa mudah. Bisa jadi itu merupakan hasil dari doa orang tua kita yang Allah kabulkan.


           Jangan melulu menyibukkan diri sampai lupa dengan ayah ibu. Karena umur kedua orang tuamu belum tentu lebih panjang dari waktu sibukmu. Terlebih bila sibuknya karena hal yang tak beres , dolan mulu, main mulu, pacaran mulu. Kalo sama gebetannya gak ketemu sehari aja bilangnya rindu setengah mati seperti gak ketemu setahun, seabad bahkan seumur hidup. (Lebay-lebay -_-). Coba kalo sama orang tuanya kayak gitu kagak?. Rindu tak bertemu orang yang kita suka itu gak ada apa-apanya saat kita sudah tak diberi kesempatan bertemu kedua orang tua kita lagi. Beneran gak ada apa-apanya..! kalian yang saat ini masih memiliki keduannya mungkin gak akan sadar seberapa pentingnya arti orang tua di mata anak-anak yang sudah tak memiliki keduanya.Itu rindunya gak main-main, nyeseks banget. Logikanya kalian gak ketemu seseorang yang masih menatap langit yang sama aja bisa rindu sedemikian rupa. Apalagi rindunya seseorang yang sudah berada di dunia yang berbeda. :) hiks. Karena sesuatu itu akan terasa lebih berharga bahkan sangat amat berharga saat sesuatu itu sudah menghilang atau tiada.




            Jika seandainya kalian bisa memilih, mana yang akan kalian pilih. Dipanggil Allah dahulu sebelum kedua orang tua kalian? Atau orang tua kalian dulu yang pergi sebelum kalian??.  Pilih mana?? :). Jika mimin pribadi memilih pergi dahulu. Banyak riwayat menyebutkan berbakti kepada orang tua  saat keduanya telah tiada jauh lebih berat dibanding tatkala keduanya masih hidup. Hendaknya seorang anak senantiasa mendoakan, bergaul dengan kerabat-kerabat dekat orang tua, beramal shalih dsb. Karena jika kita melakukan sebaliknya selain dosa yang jelas didapat, orang tuanyapun akan mengalami kesedihan yang mendalam di alam kubur karena ulah anaknya.


             Yang lebih parah lagi ketika orang tua kita telah wafat sedangkan kita belum pernah membuat mereka tersenyum dalam artian semasa hidup keduanya selalu bersedih karena ulah kita bahkan sakit hati. ‘Neraka’. Mau kalian nangis darah, mau kalian sujud 7 hari 7 malam. ‘Tetap Neraka’. Karena apa? Allah itu sangat murka terhadap anak yang durhaka kepada ayah ibunya. Entah sesholeh apapun kamu itu tak ada nilainya di mata Allah. “Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua.” (HR Bukhori – Adbul Mufrad). Orang tua adalah surga atau neraka seorang anak. Siapa yang berbakti kepada keduanya atas nama Allah surga jaminannya.





             Siapapun pasti berharap bisa melihat kedua orang tua tumbuh sehat hingga masa senja, tersenyum tertawa, bisa menggendong anak bahkan cucu-cucu kita kelak. Iya kan? Tapi sayang tak semua anak mendapat kesempatan itu. Lihatlah sekitarmu sekarang. Jika kalian masih memiliki ayah ibu. Jangan sia-siakan waktu berharga kalian. Bahagiakanlah keduanya dengan cara sebaik mungkin. Hadiahi selalu hidup mereka dengan senyum. Buat mereka bangga punya anak seperti kamu. :). Dan untuk yang saat ini sudah tak bisa bertatap lagi dengan ayah ibu atau bahkan keduanya. La Tahzan Innallaha Ma’ana. Mereka pasti tetap memperhatikan dan mendoakan kita dari sana. Semangat euy...!!!



Ayah... Ibu... Aku Rindu...
Rindu puisi-puisi yang tak pernah kalian tulis
Entah rindu punya berapa nyawa
Berkali-kali aku bunuh tapi selalu hidup lagi
Kenapa kalian pergi duluan?
Tak sabarkah kalian menungguku tumbuh?
Ini tak adil bukan...
Disaat anak lain dimanja oleh-Mu
Aku hanya dapat menangis dalam doaku

Ibu...
Aku tetap jadi anak yang ceria lho
Kenapa dari kecil aku suka terlihat lucu?
Karena tawamulah alasan utamaku
Kenapa aku suka bernyanyi?
Karena aku tak ingin Ibu merasa sunyi
Yah... Karena aku ingin jadi seperti Dia
Iya Dia, Ayahku, idolaku, lelaki hebat dengan tangan kasarnya

Bertahun lamanya Ayah Ibu pergi
Apa kalian juga rindu anak nakalmu ini?
Semoga saja iya
Semoga doa kalian selalu mengalir dari sana
Tanpa itu.. Mau jadi apa aku nanti?
Aku rindu kalian...
Sampai disaat aku bisa mekar dengan indahnya dan akhirnya layu
Semoga rindu ini tak kan pernah hilang. :)

.
.
.
.
Sekian tulisan dari mimin. Mugi manfaat euy. Dan selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan. Maaf jika selama ini mimin banyak tingkah dan salahnya. Minalaizdin walfaizdin mohon maaf lahir dan batin.(y)


 -
Penting gak penting pokoknya posting.
Keep Smile and Never Give Up..!!!
Ditunggu saran dan kritik pedasnya. >.<


Follow my Twitter -> @rizalad
is123
Follow my IG -> @rizaladis123

Sahabat... Tolong Cari Aku Di Neraka...



Assalamualaikum Wr. Wb.




              Apa kabar hadirin yang tersesat ke blog ini ?. Selamat hari Minggu , lagi lagi berganti hari. Apakah yang telah berubah ?. Apa hidupmu lebih baik lagi, atau hanya umurmu yang bertambah ?.  :) Jujur mimin itu paling bingung kalau membuat paragraf pembuka. Gimana cara agar kalian yang sedang kesasar ke sini mau ataupun tertarik membaca artikel ini sampai selesai. Soalnya percuma isinya bagusnya bukan main (hoho) tapi kata pembukanya ancur. Iya gak ?. pasti pada kabur.. hiks hiks. (Curhat min?-_-) . Bicara tentang sahabat besar kaitannya dengan mereka yang rela berbagi keceriaan ketika kita sedih. Berbagi waktu ketika kita kesepian. Berbagi semangat ketika kita susah. Apakah kamu sudah menemukan mahluk yang bentuknya demikian??.  Semoga bahasan berikut bisa membuat kalian lebih mengenal apa to itu ‘Sahabat’. Cekiiiiddutt.. wkwk.



 
             Pernah dengar kutipan ‘Sahabat adalah saudara kembar yang Tuhan lupa berikan kepada kita’?. Meski Tuhan jelas tak mungkin lupa. Tak salah karena saudara kembar identik memiliki ikatan batin yang kuat satu sama lain, begitupun sahabat. Apabila kita gembira ia pasti ikut larut dan merasakannya begitupun sebaliknya saat sedang sedih ia juga pasti turut bersedih. Tapi mahluk yang demikian sudah langkanya luar biasa. Di Bukalapak pun juga gak ada yang jual. :D. Akan tetapi setiap orang pasti akan memiliki minimal satu sahabat. Yakni pasangan halal kamu kelak. Karena jodoh itu sudah pasti bersahabat, sedangkan sahabat belum pasti berjodoh. :) Saat kita sudah membangun rumah tangga ada tiga posisi yang pasti kamu duduki. Dari sisi perempuan (istri) ada kalanya kalian menjadi kekasih untuk suami. Ada kalanya menjadi teman terbaik (sahabat) untuk suami. Dan ada kalanya kalian menjadi ibu yang hebat untuk putra-putri kalian kelak. Begitupun sebaliknya dari sisi laki-laki. Jadi, kekasih halal kita kelak otomatis juga akan menjadi sahabat. Tapi mimin gak akan membahas yang otomatis melainkan sahabat yang didapat secara manual. Kasian yang jomblowan kalau bahas masalah nikah. Pada darah tinggi nanti. wkwk


             Sahabat biasa dikenal sebagai orang yang sangat dekat dengan kita. Kata ‘Sahabat’ sendiri berakar dari kata ‘Sahiba’ yang artinya ‘Menyertai’. Mencari sahabat tak semudah mencari teman apalagi kenalan. Rata-rata setiap orang di dunia ini memiliki ribuan lebih kenalan. Memiliki puluhan bahkan ratusan teman. Tapi pasti hanya memiliki sahabat tak lebih dari 5 orang. Iya tidak?. Sahabat sama teman itu definisinya beda lho bro... Kalau Cuma teman mah gampang nyarinya,  mimin aja udah 2 milyar lebih tuh temannya di IG atau FB. Wkwk . Tapi kenyataannya? Teman kalian boleh banyak, tapi saat kalian dalam kesusahan belum tentu akan ada yang muncul. Itu fakta !!. Akan ada banyak orang yang berbahagia dengan mu saat kesuksesan datang, tapi hanya sedikit orang yang akan mengobati lukamu ketika kamu jatuh.




             Sahabat itu tak hadir hanya dalam sekejap mata. Sahabat muncul melalui proses pengenalan yang lama. Semakin lama mengenal dan bersama. Semakin kamu akan percaya dialah sahabatmu. Jika kamu belum tahu siapa sahabatmu mimin punya tips. ‘Sahabat sesungguhnya menusukmu dari depan’. Bagaiman kita tahu dia sahabat kita ? Sahabat sejati selalu berani menegurmu tepat di wajah mu ketika kamu salah!. Dia tidak berpura-pura membenarkan tindakanmu yang salah. Dia akan berkata ‘Tidak!’ ketika dia tidak setuju dan berkata ‘Ya’ jika memang pendapatmu yang terbaik. Begitupun sebaliknya, dia tak akan memaksamu ‘salah’ jika memang kamu benar. Memaksamu menjadi sesuatu sesuai inginya ataupun memaksamu untuk selalu mengalah. Tidak..! Seperti yang dikatakan Ali bin Abi Thalib : “Sejahat-jahatnya teman ialah yang memaksa engkau bermuka banyak dan selalu memaksa engkau meminta maaf atau mencari alasan.”.

            Seorang sahabat akan selalu berusaha berbagi hal baik pada kita. Jika bisa pilihlah sahabat yang lebih baik darimu. Karena mereka jadi inspirasi untukmu berkembang. Ketika mereka berkembang, mereka juga akan ikut mendorongmu untuk berkembang. Karena itu akan menjadi hal yang manis ketika sahabat mampu sukses bersama.  :) Makna lebih baik diatas bukan berarti kita cari sahabat tuh yang rupawan, kaya, mapan, dsbnya. Bukan... Itu bro, kalau demikian mukanya mimin yang alhamdulillah jelek ini gak akan dapat sahabat donk. Wkwk.  ‘Lebih baik’ disini berarti semangat hidupnya, pandangan hidupnya, etika hidupnya itu juga mampu mendorong kita kearah yang lebih baik. Tapi jangan membuat patokan bahwa kita harus mencari yang lebih baik dari kita. Bukan ! Yang bisa saling membantu berjalan kearah yang lebih baik. Gitu brooohh... Jangan sampai salah nangkep omongan mimin. Wkwk




            Dalam memulai persahabatan kamu tidak perlu harta yang melimpah ataupun berjuta pengetahuan. Persahabatan itu hanya butuh rasa tulus untuk memberi. Tanpa hal tersebut mustahil untuk kalian mendapat sahabat. Jangan sia-siakan orang yang hadir dalam setiap dukamu, saat kamu terjatuh, saat kamu kehilangan motivasi hidup. Karena sebenarnya disaat seperti inilah kamu tahu siapa sahabat sejatimu. Karena sahabat adalah mereka yang tetap menganggap kamu ada walau seluruh dunia berkata kamu tak lagi berharga. Dia tetap menerimamu apapun adanya dirimu. Dia tahu tentang dirimu dan tetap mencintaimu. Sahabat yang baik tidak pernah melihat penampilan atau masa lalu sahabatnya. Dia mengerti bahwa persahabatan dimulai untuk saling mengerti. Mengerti bahwa masa lalu sahabatnya bukanlah cerminan dia saat ini.

           Jika saat ini kamu sudah menemukan sahabat sejatimu jagalah mereka dan jangan lepaskan. Merekalah orang-orang pilihan yang diberikan Allah untuk menjaga dan menghiburmu di dunia ini. Terlebih jika sahabat itu sangat taat dalam agamanya. Dan senantiasa mengajakmu untuk mendekatkan diri pada-Nya. “Karena teman yang paling baik adalah apabila kamu melihat wajahnya kamu teringat akan Allah, mendengar kata-katanya menambah ilmu agama, melihat gerak geriknya teringat mati.”. Arti sahabat dalam islam itu sangat mulia. Persahabatan yang dijalani dengan tulus karena-Nya maka mereka akan menjadi saudara yang saling mengasihi dan saling membantu. Dan persahabatan itu akan tetap berlanjut di akhirat kelak. Allah berfirman, “Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian lainnya kecuali orang-orang yang bertakwa.” (Qs. Az-Zukhruf : 67). Dalam ayat ini jelas memerintahkan untuk mencari sahabat yang baik. Jika orang yang kita anggap sahabat namun sama sekali tak pernah mendukung kita dalam hal ibadah dan kebaikan. Dia bukan sahabat sejati kamu. :)




            Imam Syafi’i berkata : “Jika engkau punya teman yang selalu membantumu dalam rangka ketaatan kepada Allah, maka peganglah erat-erat dia, jangan pernah kau melepaskannya. Karena mencari teman baik itu susah tetapi melepaskannya mudah sekali.”. Diriwayatkan pula dalam hadist : “Apabila penghuni surga telah masuk kedalam surga lalu mereka tidak menemukan sahabat-sahabat mereka dahulu di dunia. Maka mereka bertanya ‘Ya Rabb.. Kami tidak melihat sahabat-sahabat kami sewaktu di dunia sholat bersama kami, puasa bersama kami dan berjuang bersama kami’. Maka Allah berfirman ‘Pergilah ke neraka, lalu keluarkan sahabat-sahabatmu yang di hatinya ada iman walaupun hanya sebesar biji zarrah’. (HR. Ibnul Mubarak Dalam Kitab AZ-Zuhd).
.
.
.
.
.
.
             “Ya Rabb.. Anugerahi aku dengan sahabat-sahabat yang selalu mengingatkanku akan-Mu. Yang senantiasa mengajakku tersenyum. Mendengar ceritaku meski aku ulang-ulang. Menepuk pundakku ketika aku tertunduk. Aku sadar, aku tak akan dapatkan sahabat seperti itu jika aku sendiri tidak ‘menjadi’ sahabat yang seperti itu. Dan untuk kalian yang aku anggap dan inginkan menjadi sahabat. Maaf ya... Aku bukan teman yang baik, aku teman yang selalu merepotkan dan juga keras kepala. Semoga kalian selalu sehat. Semoga kalian sukses dijalan kalian masing-masing. Terima kasih karena ingin mengulurkan tangan untukku. Untuk semua tawa yang kalian bagi untukku. Aku tak pernah ingin mengganggu hidup indah kalian. Tapi tolong... Jika kalian tak menemukanku di surga bersama kalian nanti. Ingat aku ya...”. :)




           Alhamdulillah kelar... Semoga bermanfaat. (y) Aminn...





 

 -
Sekian dari saya.. Penting gak penting pokoknya posting.
Keep Smile and Never Give Up..!!!
Ditunggu apresiasinya. >.<


Follow my Twitter -> @rizalad
is123
Follow my IG -> @rizaladis123


Aku Lelah Berpura-pura Baik !