Cari Blog Ini

Aku Menyesal Pernah Bahagia

Assalamualaikum Wr. Wb.


          Hello guys, kumaha damang?. Tahun silih berganti dan tak terasa kita sudah memasuki 2018. Adakah harapan khusus ditahun 2018 ini? , study? Karir baru? Atau gandengan baru mungkin?. Bersyukurlah karena masih diberi kesempatan melihat tahun 2018. Mimin ingin bertanya, apakah kita masih diberi nafas hingga tahun 2019 kelak? Jikapun tidak, apakah kita sudah siap menghadap illahi?. Sudah cukupkah segenggam pahala mengantarkan kita ke jannah-Nya? Bisa-bisa segunung dosalah yang akhirnya melemparkan kita ke dalam api neraka. Naudzubillah. Tak ada yang tahu kapan ajal akan menjemput. Bisa saja tahun ini, bulan ini, hari ini, atau bahkan setelah membaca artikel ini. Wallahua’lam.






          ‘Aku menyesal pernah bahagia. Bahagia dengan cara yang tak diridhoi Allah’. Pernahkah dihatimu terlintas kalimat tersebut?. Setiap pribadi punya cara masing-masing untuk mengisi ruang kebahagiaan dalam hatinya, tapi sedikit yang sadar akan arti kebahagiaan yang sesungguhnya serta cara meraihnya.


          Islam menginginkanmu bahagia. Bukan dengan mengikuti hawa nafsu melainkan iman. Kebahagiaan yang diraih diluar jalan Allah hanyalah sia-sia bahkan membuatmu merugi. Ketahuilah, sesungguhnya tipuan dunia akan hilang dan semua kenikmatan selain surga-Nya akan sirna. Sombong karena uang, ceria karena pacaran, tawa karena hal menyesatkan itu tak akan pernah cukup membawamu dalam kenikmatan yang hakiki.


“Barang siapa yang merasa bergembira karena amal kebaikannya dan sedih karena amal keburukannya maka ia adalah seorang yang beriman.” (HR. Tirmidzi)






           Senang dan sedih adalah sunatullah yang pasti mewarnai kehidupan ini. Tidak ada seorang manusiapun yang terus merasa senang, begitupun sebaliknya. Sebagian orang akan menganggap ‘suka’nya adalah ‘syukur’ dan  ‘duka’nya adalah ‘sabar’, tapi sebagian lainnya tidak!. Tatkala kesedihan bertamu, dia merasa menjadi orang paling tidak beruntung di dunia. Merasa menjadi orang yang paling sensara diantara semua manusia. Contoh kecilnya apabila HP kamu hilang, bisa jadi prasangka buruk kepada sang Pencipta-pun muncul. “ya Allah... HP baru aja beli, pake hasil keringet sendiri tapi belom ada seminggu udah hilang.!?, matanya!!”. Contoh lain, “pacar baru aja jadian, belum ada seminggu, belum gua apa-apain ! juga ikut-ikutan ngilang.!?, bajing*n!!”. Astaghfirullah....


           Ada banyak orang yang sedihnya tak tertolong hanya gara-gara hal sepele. Ketika orang-orang tersebut sering membandingkan hidupnya dengan hidup orang lain. Ada orang yang diuji dengan ujian fisik. Dia membandingkan warna kulitnya yang hitam dengan temannya yang berkulit putih. Ini bukanlah ujian yang sesungguhnya sebetulnya. Dianya saja yang tidak bisa mensyukuri nikmat fisik yang Allah berikan. Ada orang yang merasa jenis rambutnya adalah ujian. Ada yang merasa tinggi badannya adalah ujian. Ada yang merasa gemuk-kurusnya adalah ujian. Bahkan ada orang yang merasa bentuk hidungnya adalah sebuah ujian. MasyaAllah! -_-. Ada banyak sekali hal yang dikeluhkan manusia untuk membuat dia merasa pantas disebut orang paling sensara di muka bumi.


 وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". [Qs. Ibrahim : 7]






            Tidak ada yang salah bila kamu bersedih, itu naluri. Yang salah itu apabila kamu terus-terusan bersedih. Terlebih sebab galaunya hati hal yang tak sepatutnya disedihkan. Ketika kamu galau karena urusan harta. Menilai gaji sendiri terlalu kecil dan orang lain lebih besar. Karena kendaraanmu yang butut, rumahmu sempit, tempat kerjamu kurang bergengsi ataupun kamu bukanlah lulusan sarjana. Sehingga kamu merasa hartamu terbatas dan menjadi orang yang paling menderita di dunia ini. Jangan !. Atau malahan, kamu merasa sengsara hanya gara-gara status kamu yang masih menjomblo. Cemburu kepada temanmu yang pacaran, bahkan temanmu yang baru putus!. “Lu mah mending pernah ngerasain putus, lah gua?? Jadian juga gak pernah.. T-T”. Wkwk. Jangan pernah merasa dicurangin Allah hanya karena hal demikinan.


            Ciri bahwasannya seseorang dicintai oleh Allah bukanlah dari seberapa besar harta seseorang. Diantara kita pasti pernah ada yang bertanya-tanya, ‘kenapa ada orang yang usahanya tidak keras, prosesnya tidak jujur, imannya tidak digunakan tapi sukses? Kaya? Makmur?’. Bukankah katanya usaha keras itu tak menghianati? Bukankah kejujuran adalah mata uang yang berlaku dimana-mana? Dan bukankah iman adalah kunci dari keberhasilan???. Iya kan sob.... Jika kamu sudah melakukan semuanya dengan cara yang benar, dengan cara yang direstui Allah tapi hasilnya tak juga sesuai ekspektasimu. La tahzan !


كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Qs. Al-Baqarah : 216)






            Kita suka melihat segala sesuatunya dengan mata telanjang alih-alih melihat sisi lain yang Allah sudah siapkan untuk kita. Jangan iri tentang urusan dunia. Kewajiban kita adalah ikhtiar dengan benar, sisanya serahkan kepada Allah. Jika kamu melihat orang lain bahagia karena harta tahtanya, biarkan bray. Terlebih dia bukan orang baik-baik. Woleess bray. Hal demikian nikmat yang murah sebenarnya. Makanya Allah memberikannya kepada orang tersebut. Bahkan yang kafirpun Allah juga bagi. Ada dua nikmat yang lebih pantas kita damba dan Allah hanya berikan khusus nikmat tersebut kepada hamba-hambanya yang Dia cintai. Dua nikmat itu adalah ‘Qolban Syakiron wa lisanan dzakiron’. Nikmat hati yang selalu bersyukur dan nikmat lisan yang selalu berdzikir. So, percayakan semua sama Allah. Jika drama yang dibuat manusia saja selalu berakhir dengan kebahagiaan. Apakah pantas kita berprasangka buruk kepada sang pencipta kebahagiaan?.


            Jangan sedih, jangan pula minder. Bisa jadi hidupmu yang sekarang adalah impian banyak orang di luar sana. Keep syukur !. Tetaplah berusaha gigih dan jujur. Teruslah jadi pribadi yang baik, karena apa yang kamu beri kelak juga akan kembali lagi padamu.


هَلْ جَزَاءُ الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ
“Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).” [Qs. Ar-Rahman : 60]






             ‘Aku malu saat dianggap baik, padahal aku adalah pendosa yang hebat’. Disadari atau tidak, kita semua adalah pendosa. Sebaik apapun mata memandangmu. Kamu tetaplah tempat dimana khilaf dan kesalahan berkumpul. Bukan bermaksud mimin sok-sokan. Karena jujur, dulu mimin bahkan menganggap suara azdan hanya sekedar pengingat waktu. Sekarang pun mimin juga masih sangat jauh dari kata baik. Salah satu hal yang paling si mimin takutkan adalah mampu menasehati orang lain tapi diri sendiri lalai dalam melaksanakan nasehat tersebut. Sekedar self reminder ! Mari berbekal bersama. Persiapkan diri sebaik-baiknya. Bukankah kepulangan itu adalah sebuah kepastian?.


كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۖ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
 “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.” (Qs. Al-Ankabut : 57)


           Allah itu Maha Baik. Seberapa sering kita berbuat dosa, maksiat, hina? Tak kan ternilai dan terhitung jumlahnya. Akan tetapi Allah selalu menutupi itu semua. Kamu mungkin tak menyadari seberapa buruk kamu selama ini. Seberapa ahli kamu mencipta dosa. Seberapa kotor jiwamu sekarang. Jika kamu dipandang baik oleh banyak orang itu bukan semata-mata karena kebaikanmu, melainkan Allah sedang menutupi aib-aibmu. Bayangkan saja jika aibmu terhampar. Adakah yang ingin menjadi temanmu? Bahkan sekedar duduk di sampingmu enggan. Jadi jangan merasa tinggi hati karena titel-titel kebaikan yang kamu punya. Serasa jadi orang hebat dan memandang rendah yang lain. Ingat, kita itu tak jauh berbeda. Satu-satunya yang membedakan kita dihadapan Allah Subhanahu Wataala adalah hati.


“Tiada masuk surga orang yang dalam hatinya terdapat kesombongan walau sebesar biji sawi.” (HR. Muslim)






            Ayo perbaiki hati ! ayo perbaiki ahlak !. Sudah berapa lama kamu tak menangis karena dosa?. Mungkin kamu takut tuk melangkah. Mimin yakin hidayah pasti pernah menyapa hati. Hanya saja gengsi terlampau sering merajai. Jikapun semua dosa dimasa lalumu kau jadikan alasan untuk tak mendekat pada-Nya, percuma. Allah tak memandang masa lalumu. Allah tak peduli seberapa buruk kamu kemarin. Pintu-Nya selalu terbuka untuk semua yang ingin bertaubat. Jika kamu berharap agar dapat memutar waktu untuk menghapus semua kesalahan, mengapa tidak berdoa saja agar waktu menjadi lebih baik?. Kamu pasti pernah berpikir ‘Kapan aku menjadi baik? Mau sampai kapan seperti ini terus?’. Karena semua orang punya impian yang sama. Cuma sayang statement tersebut sering ditenggelamkan oleh ego. Kamu menunggu apa? Jika kamu yakin badai pasti berlalu, yakinlah juga bahwa pelangi akan membuat hatimu berwarna kembali. Lekaslah ! sebelum kamu benar-benar terlambat memulainya.


“Pagi beriman.. siang lupa lagi.. sore beriman.. malam amnesia. Berapa banyak orang hidup dalam kelalaian, padahal kain kafannya sedang ditenun.” (Imam Syafi’i)


           Ayo move on !. Dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir. Jangan korbankan lautan akhirat hanya demi setetes dunia. Percayalah orang yang selalu bersama Allah tidak akan kehilangan apa-apa, tapi orang yang tak bersama Allah kelak pasti akan kehilangan segalanya. Let’s hijrah vroh !


            “Teman, ajarkan aku untuk istiqomah. Aku malu saat dianggap baik, padahal tidak sama sekali !. Ada yang salah dengan hijrahku. Aku mulai banyak bicara, padahal apa yang aku ucap belum tentu benar. Mulai pandai menginspirasi, padahal aku masih penuh dengan kecacatan. Tolong maafkan.... Sebenarnya bukan pujian yang aku cari. Karena aku tak butuh pujian, melainkan didoakan. Mungkin sikapku beresiko membuatku kehilangan banyak teman, tapi aku mendapat saudara. Aku mungkin kehilangan kasih manusia, tapi aku punya kasih-Nya. Semoga setiap detik dari usia yang tersisa dariku adalah episode taubatku. Amiin... ”

-
-
-
-
-
-
-

Sekian dari saya. Semoga bermanfaat.
Penting gak penting pokoknya posting.
Bebas copas, karena ini semua milik Allah.
Syukur-syukur bantu Share info baik ini. hoho
Keep Smile and Never Give Up..!!
Ditunggu jejak kalian di kolom komentar. >_<
Request untuk tema tulisan berikutnya juga boleh.

And thanks to your attention !!!


Follow my Twitter -> @rizaladis123
Follow my IG -> @rizaladis123

Hidup Ini Membosankan !



Assalamualaikum Wr. Wb.


             Bosan adalah sebuah problematika yang datang bak tiupan angin. Disaat-saat tertentu ia datang, lalu pergi. Akan tetapi ada kebosanan yang amat serius. Tipe ini seperti badai tornado, wwuuussss....! ia datang mengurung hidup seseorang, pyyaaarrr....! memporak porandakan hatinya dan akhirnya, ttuiiinggg....! melemparkan orang tersebut dalam kehampaan tak bertepi. Inilah yang dinamakan kejenuhan hidup !. wkwk. Pernah mengalami ? pasti iya !. Semoga bahasan berikut bisa membantu menghilangkan kejenuhan hidup anda. Cekiduutt...




             Rasa bosan adalah hal yang lumrah. Rasa jenuh pasti pernah menyapa. Sebagaimana iman tidaklah statis, bisa naik bisa turun. Kehidupanpun juga demikian, semangat manusiapun ada masa pasang surutnya. Kita bukanlah malaikat yang selalu taat. Bukan pula iblis yang tak jemu menggoda manusia. Rasa bosan mungkin memang tidak bisa dihindari. Sesibuk dan seceria apapun kamu, mimin yakin rasa bosan pasti pernah bertamu. Benda setajam apapun pasti ada saatnya butuh diasah agar tetap tajam. Begitupun jiwa dan pikiran seseorang. Iya kan???


             Akan tiba masanya dimana tiap orang merasakan titik terbosan dalam hidupnya. Entah karena rutinitas yang dijalani, ataupun aktivitas yang monoton dan mengekang. Teruntuk para pelajar atau mahasiswa, membaca buku dan mengerjakan tugas pasti merupakan hal yang  membosankan.Yang pekerjapun juga jenuh terjebak dalam aturan jam kerja dan semacamnya. Setiap hari kita melakukan berbagai kegiatan dari bangun tidur hingga terlelap kembali. Belajar, bermain, sekolah, bekerja, atau bahkan sekedar duduk-duduk dan melamun. Pernahkah sesekali kamu memaknai kegiatan yang kamu lakukan, menikmatinya? Atau sekedar hanya menjalaninya?. Pertanyaan tersebut pasti datang seiring rasa bosan yang menghampiri.






              Berikut adalah penggalan cerita tentang seorang pemuda yang tengah mencari jawaban untuk mengakhiri kejenuhan dihidupnya.

Pemuda                 : “Sebenarnya apa itu perasaan ‘bosan’, Pak Tua?”.
Pak Tua                  : “Bosan adalah keadaan dimana pikiran menginginkan perubahan, mendambakan sesuatu yang baru, dan menginginkan berhentinya rutinitas hidup dan keadaan yang monoton dari waktu ke waktu”.
Pemuda                 :“Kenapa kita merasa bosan?”,
Pak Tua                  : “Karena kita tidak pernah merasa puas dengan apa yang kita miliki”
Pemuda                 : “Lalu, bagaimana menghilangkan kebosanan?”
Pak Tua                  : “Hanya ada satu cara, nikmatilah kebosanan itu, maka kita pun akan terbebas darinya”
Pemuda                 :“Bagaimana mungkin bisa menikmati kebosanan?”
Pak Tua                  :“Bertanyalah pada dirimu sendiri, mengapa kamu tidak pernah bosan makan nasi yang sama rasanya setiap hari?”
Pemuda                 :“Karena kita makan nasi dengan lauk dan sayur yang berbeda, Pak Tua”
Pak Tua                  :“Benar sekali nak, tambahkan sesuatu yang baru dalam rutinitasmu maka kebosanan pun akan hilang” “Ubahlah caramu melakukan rutinitas itu. Kalau biasanya menulis sambil duduk, cobalah menulis sambil jongkok atau berbaring. Kalau biasanya membaca di kursi, cobalah membaca sambil berjalan-jalan atau meloncat-loncat. Kalau biasanya menelpon dengan tangan kanan, cobalah dengan tangan kiri atau dengan kaki kalau bisa. Dan seterusnya…”, lanjutnya.

Pemuda itu pun pergi, namun selang beberapa hari, ia kembali mengunjungi Pak Tua tersebut dengan wajah kusut.

 Pemuda                :“Pak tua, saya sudah melakukan apa yang Anda sarankan, kenapa saya masih merasa bosan juga?”.
Pak Tua                  : “Coba lakukan sesuatu yang bersifat kekanak-kanakan. Misalnya, mainkan permainan yang paling kamu senangi di waktu kecil dulu”.

Pemuda itu kembali beranjak, beberapa minggu kemudian, ia datang lagi ke rumah Pak Tua tersebut dengan wajah ceria.

Pemuda                 : “Pak tua, saya melakukan apa yang Anda sarankan. Di setiap waktu senggang saya bermain sepuas-puasnya semua permainan anak-anak yang saya senangi dulu. Dan keajaibanpun terjadi. Sampai sekarang saya tidak pernah merasa bosan lagi, meskipun di saat saya melakukan hal-hal yang dulu pernah saya anggap membosankan. Kenapa bisa demikian, Pak Tua?”
Pak Tua                  : “Karena segala sesuatu sebenarnya berasal dari pikiranmu sendiri, anakku. Kebosanan itu pun berasal dari pikiranmu yang berpikir tentang kebosanan. Saya menyuruhmu bermain seperti anak kecil agar pikiranmu menjadi ceria. Sekarang kamu tidak merasa bosan lagi karena pikiranmu tentang keceriaan berhasil mengalahkan pikiranmu tentang kebosanan. Segala sesuatu berasal dari pikiran. Berpikir bosan menyebabkan kau bosan. Berpikir ceria menjadikan kamu ceria”.

Petikan cerita siatas diambil -> http://purwoudiutomo.com






            Rasa jenuh bisa datang kapan saja, tapi meneruskannya menjadi hal yang menyenangkan adalah plihanmu. Bukan kondisi yang membuatmu bosan, tapi cara kamu menyikapi kondisi tersebut, Serius!. Jujur, mimin sendiri sebelum menulis ini juga merasakan kejenuhan yang teramat dalam. Hidup gitu-gitu mulu !. Aku bertanya ke orang-orang, tak sedikit pula bertanya ke mbah google untuk menemukan jawabannya. Baru kali ini aku membaca begitu banyak materi sebelum menulis sesuatu.  Karena mimin juga ingin benar-benar sembuh dari penyakit yang namanya “Bosan”. Wkwk. Banyak juga curhatan yang datang dari orang-orang yang hebat diluar sana. Semisal karir oke, finansial melimpah, rumah tangga harmonis, tapi juga melemparkan pertanyaan yang sama “Kenapa aku bisa merasa jenuh dalam menjalani hidup ini?”. Logikanya orang yang begini saja bisa merasa jenuh apalagi yang pengangguran, ekonomi pas-pasan bahkan kebawah ataupun yang jones?.


             Banyak sumber menjawab, ‘cobalah sapa aktivitas kehidupan diluar aktivitas rutin yang kamu geluti !’. Awalnya gua sendiri juga sangat percaya karena saking banyaknya yang mengatakan demikian. Seperti jalan-jalan bareng teman, nonton, muncak, mantai, dsb. Manjur sih, sangat manjur malah. Tapi efeknya hanya sesaat. Selesai berekreasi kita pasti dituntut kembali menjalankan aktivitas hidup seperti biasa dan rasa bosan akan kembali hadir menghiasi. Kesannya itu sia-sia, iya kan??. Bukannya mengobati malah-malah bisa jadi candu. Iya jika itu berfaedah kalo sebaliknya?. Bosan sedikit, “Yuk karaoke yuk,! Nyanyi BOJO GALAK sepuasnya !”. Atau jenuh sedikit, “Yuk mantai yuk,! Lihat pameran gunung kembar, haha !” Nahh.... Ini.... kan gawat. Meski hati senang, tapi dosa nambah banyak kan percuma. Akan tetapi ada sisi positif dari jawaban ini jika kita mengalihkan kebosanan diluar rutinitas yang tak kalah bermanfaat dan produktif. Kala kebosanan datang mungkin memang saatnya kita berhenti sejenak, introspeksi dan memperbaiki diri. Bisa jadi ada ladang kebaikan lain yang sedang menanti.




              Cara menghilangkan bosan sama seperti kamu menghilangkan suatu penyakit. Kamu perlu mendiagnosanya dan mencari tahu apa penyebabnya. Bosan adalah penyakit yang menyerang emosi. Dan ternyata kitalah yang menciptakan kebosanan tersebut, bukan sesuatu diluar diri kita. Dari sekian banyak gambaran akhirnya ketemu jawaban terbaik. Dan inilah jawabannya.‘Deklarasikan bahwa diri anda tidak akan bosan !’. Saat kamu melihat segala sesuatunya dengan hati gembira atau keceriaan semua akan berjalan menyenangkan. Jangan letakkan dan biarkan hati kita terbelenggu dalam kejenuhan tersebut. Bahasa simpelnya ‘Disitu kadang saya merasa sedih, tapi lucunya kok udah tau sedih kenapa saya masih disitu??’. Lawan dan nikmatilah kebosanan yang menghampiri tersebut.


             Suplemen untuk hati yang ceria adalah rasa bersyukur. Obat penyembuh saat jenuh adalah Al-qur’an. Bersyukur selalu mengajarkan bahwa kebahagiaan itu sederhana, iya kan?. Selalu ingatlah Allah, maka hati akan senantiasa gembira.



“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram.”  [Qs. Ar-Rad : 28]




              Al-Qur’an adalah kunci dalam mengusir kebosanan. Al-Qur’an merupakan sarana dari Allah yang luar biasa manfaatnya termasuk dalam mengatasi kejenuhan. Kalau ditelaah lebih lanjut ‘mengapa?’. Jawabannya karena manusia adalah ciptaan Allah. Allah pasti tahu betul apa yang terbaik untuk ciptaan-Nya tersebut. Ibarat sebuah perusahaan penghasil sesuatu. Perusahaan tersebut juga pasti tahu betul apa yang terbaik untuk produk-produknya.



“Dan Al-Qur’an itu penyembuh bagi penyakit-penyakit yang berada didalam dada.” [Qs. Yunus : 57]



“Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu. Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu. Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu. Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu. Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu. Kalau iman dan syetan terus bertempur. Pada akhirnya salah satunya harus mengalah.” (Ust. Rahmat Abdullah)



Ada sedikit masukan dari mimin untuk yang sekarang masih lajang atau jomblo. Berhubung kita sudah memasuki musim penghujan. Jangan pada suka hujan-hujanan ya mblo, entar masuk angin. Kan katanya mahluk yang bernama jomblo itu rentan masuk angin. Lah kok?? iya kan karena hatinya masih kosong, jadi angin mudah masuk. wkwkwk 
-
-
-
-
-
-
-
Sekian dari saya. Semoga bermanfaat.
Penting gak penting pokoknya posting.
Bebas copas, karena ini semua milik Allah.
Syukur-syukur bantu Share info baik ini. hoho
Keep Smile and Never Give Up..!!
Ditunggu jejak kalian di kolom komentar. >_<
Request untuk tema tulisan berikutnya juga boleh.

And thanks for your attention !!!



Follow my Twitter -> @rizalad
is123
Follow my IG -> @rizaladis123

Aku Lelah Berpura-pura Baik !